kujagabulanbersinaruntukmu:

satukatasaturasa:

kujagabulanbersinaruntukmu:

Typografi lagi, inget quote semacam ini, nggak tahu di film atau di novel apa. Aku bikin typografinya aja, iseng-iseng, hehe

Kamu graphic designer ya? Atau mahasiswa/wi komunikasi visual?

Bukan kak, Mahasiswa tarbiyah yang suka gambar, trus diajari dasar CorelDraw sama temen, menuangkan inspirasi disitu, hehe ^^ 

Waah…kereeen! Mahasiswa tarbiyah suka grafis, dalami terus, saran saya pakai software grafis adobe illustrator aja. :)

kujagabulanbersinaruntukmu:

satukatasaturasa:

kujagabulanbersinaruntukmu:

Typografi lagi, inget quote semacam ini, nggak tahu di film atau di novel apa. Aku bikin typografinya aja, iseng-iseng, hehe

Kamu graphic designer ya? Atau mahasiswa/wi komunikasi visual?

Bukan kak, Mahasiswa tarbiyah yang suka gambar, trus diajari dasar CorelDraw sama temen, menuangkan inspirasi disitu, hehe ^^ 

Waah…kereeen! Mahasiswa tarbiyah suka grafis, dalami terus, saran saya pakai software grafis adobe illustrator aja. :)

kujagabulanbersinaruntukmu:

Typografi lagi, inget quote semacam ini, nggak tahu di film atau di novel apa. Aku bikin typografinya aja, iseng-iseng, hehe

Kamu graphic designer ya? Atau mahasiswa/wi komunikasi visual?

kujagabulanbersinaruntukmu:

Typografi lagi, inget quote semacam ini, nggak tahu di film atau di novel apa. Aku bikin typografinya aja, iseng-iseng, hehe

Kamu graphic designer ya? Atau mahasiswa/wi komunikasi visual?

…dan kesunyian pun bertandang, kusambut dengan hela napas yang dingin. Di meja makan, seloyang kenangan telah terhidang. Lalu, airmata siapakah yang lebih dulu menyantapnya.

senjaberaksara:

satukatasaturasa:

Aku mendengar sajak luka yang dibacakan oleh awan
dari bibirnya, hujan jatuh membasahi kenangan

Saat itu, sunyi seperti tak mengenal lelah
sementara luka, tak pernah berubah jumlah

Serupa sajak kekal yang dirahasiakan semesta
ini bukan kali pertama aku…

Duh…ini curhatan, Kakaaaakkk… Hihihiii…makasih ya :D

Luka Tak Pernah Berubah Jumlah

Aku mendengar sajak luka yang dibacakan oleh awan
dari bibirnya, hujan jatuh membasahi kenangan

Saat itu, sunyi seperti tak mengenal lelah
sementara luka, tak pernah berubah jumlah

Serupa sajak kekal yang dirahasiakan semesta
ini bukan kali pertama aku berduka

Derai demi derai membasah di sudut mata
menangis, namun entah untuk apa

Dan pada kenangan yang kautinggalkan;
aku melihat luka dan sepi menjadi pasangan abadi
: dinikahkan oleh puisi

Sumber: @faktabahasa

Sumber: @faktabahasa

sazulkafli:

Si gila berkata,
pernahkah anda pernah mendengar tentang si gila yang menyalakan tanglung
pada waktu pagi yang cerah?
berlari ke pasaran sambil menagis tanpa henti,
saya mencari tuhan, saya mencari tuhan!
oleh kerana ramai yang menyaksikan perihal itu sememangnya tidak percaya kepada tuhan…

Tuhan Sudah Mati ~ Friedrich Nietzche

Mendekatlah kepadaku, akan kukisahkan kepadamu;

tentang musim yang tak mengenal luka,

tentang cuaca yang tak mengingatkan kita kepada duka,

juga tentang ketabahan daun-daun yang digugurkan semesta.

Sebab di sini, ada hati yang mampu membuat lengkung bibirmu tersenyum bahagia, saat kita saling bertatap mata.

Sebab di sini, masih ada dekap hangat yang mampu menerpa kesunyian kita, ketika rindu melanda.

Sebab di sini, masih ada kecup kening yang lembut, tatkala kita akan memejam mata.

Sebab di sini; cinta tak sesadis yang kaukira.

Silakan kaupilih sesuka hati,
kata-kata yang akan kaujadikan puisi,
dengan kaya kosakata,
atau sederhana metafora.

Sebab pada akhirnya; Cinta dan luka telah memiliki takdirnya sendiri-sendiri.

rizkaputeri:

i’ll see you when I fall asleep♡