image

Di atas serambi pantai yang diselimuti rona senja

kita telah menulis berlembar-lembar arus ombak yang meriak di jejak sunyi

dan buih pasir, diam-diam merajut kerikil-kerikil masa silam

tapi, tak satu pun yang dapat menghitung seberapa sering karang terhempas luka

hanya warna ombak yang mampu menjelma asa, demi mencari sebentuk cinta

summersunsetyou:

some people said wounds will heal by time,

but for me it only gets deeper…

image

Sebab waktu, hanya pelukan hangat, untuk luka yang telah lewat

image

Terkadang, senja merah merekah bahagia

Terkadang, senja juga menghitam gelap berduka

Tapi langit, selalu menerima senja apa adanya

image

Hanya untukmu aku rela membeku digigil rindu

sebab mengingatmu, serupa mengamini luka

pedih, namun tiada jera



15 Maret 2021

masih mengeja takdir, sambil sesekali memunguti kenangan getir

Chloe
image
image

Kamu masih ingat dengan potret di atas itu? Ya, itu potret yang pernah kau kirimkan kepadaku beberapa waktu lalu, hari di mana aplikasi sosial mediaku dipenuhi pesan darimu.


Tapi kini, hari-hari menjelma kejanjilan-keganjilan yang taklid pada kesepian, hanya ada aku, hujan dan malam yang kian kelam. Selebihnya, hanya kenangan yang terselip di sebalik ingatan. Dan demi bisa meninabobokan kerisauan, biarlah aku belajar kepada sebongkah batu yang selalu teguh tiada mengadu, setiap dihempas badai rindu.


Seharusnya, saat ini aku tidak perlu memperjuangkan kesunyian, jika saja Kita masih berjalan bersisian, dan seharusnya, aku tak perlu mencecap pahit rindu, jika saja kita masih satu.


Demi lengkung langit tempat Semesta mengerlipkan gemintang, biarlah aku tetap mencintaimu meski hanya dalam kenang, sebab aku yakin, bahwa seluruh air mata akan kembali kepada cinta, setelah mengembara dari fana ke baka.


Percayalah, waktu tidak pernah berdetik sia-sia, walau harus kuartikan dirimu dengan debar cinta yang masih tersisa.


Senja perlahan menghilang dilekang malam, selain puisi, adakah jalan untuk menujumu, Chloe?

summersunsetyou:

image

When we were happy in silent

Why life have to make noise about us?

Why can’t they just let us methamorphosed

Does universe ever demand us for it?

Tiada yang mampu memeluk kegelisahanmu senyaman doa-doa yang kulayangkan kepadamu.

Berbahagialah.

Dalam kabut yang terbuat dari bayangmu, di sini, aku bergelimang rindu.


Dalam dingin yang menyusup denyut nadi, di sini, aku bergelimpang sunyi.


Pulanglah! Sebab, hanya engkau yang mampu menyederhanakan cinta dengan sebuah pelukan.

image
image

…dan di sana, adakah kecemasan yang melebihi rinduku?


barangkali, kau sedang lupa membujuk waktu untuk menyebut namaku

yang setia melayangkan doa di setiap hela napasmu


aku hanya ingin pulang ke jantungmu

untuk menyudahi segala tunggu


aku hanya ingin pulang ke jantungmu

untuk menggenapi sepi yang kian menggugu

Demi Sisa Harapan yang Masih Tergenggam

Tiada yang lebih hening selain kerinduan di sebuah senja

gumpalan langit merona jingga

warnanya sama dengan sepi yang kurasa

dan kembang-kembang malam mulai bermekaran seakan memberi salam dari kejauhan

: Mari, kita rayakan segenap duka demi sisa harapan yang masih tergenggam


Sudah lama sekali musim cinta berlalu di dada ini

sedang mimpi, semuanya menjelma teka-teki

yang harus dituntaskan, demi sisa harapan yang masih tergenggam

meski sudut mata menggenang, sebab kehilangan


Untukmu, yang namanya tak bisa lagi kutulis di sini;

masihkah kau menyimpan irama hujan yang dulu?

sebab, hanya rintiknya yang mampu menyembunyikanku bersama sebuah rindu


Dan demi sisa harapan yang masih tergenggam

inilah saatnya melupakan dengan cara merelakan

agar aku, tak lagi sibuk menghitung kesedihan

image

SEMUA AKAN KEMBALI MENJADI SENDIRI


Sebentar lagi, lampu-lampu di kafe ini akan dipadamkan


di tengah panggung, seseorang sedang membaladakan tembang rindu dan sepi tiada henti


sambil sesekali mengecupi harmonika; seperti bibir kekasihnya


seakan dia mengerti, bahwa semua akan kembali menjadi sendiri


syair-syairnya adalah gelisah yang tak pernah sudah


sedang di meja ini, aku dan sunyi saling menyimak bunyi


Sebelum lampu-lampu di kafe ini dipadamkan, bunyi itu kian nyaring:

Selain mengingatmu, adakah yang lebih rindu?

image

Huruf demi huruf yang pernah kita gantung di langit, kini lesat terbawa riak awan, barangkali telah menjadi sajak kehilangan, yang terlalu pedih untuk dibacakan


Sedang di sini, aku masih menyisir riap-riap sepi, sambil sesekali mendulang rindu dari sekelebat bayangmu


Sambil bergumul dengan luka, aku bertanya; entahlah, adakah cara untuk melupakanmu?

Mengapa Kesepian Memiliki Rasa yang Sangat Kuat? (Sebuah Esai)

Jika kita sedang merasa kesepian, kenapa kita tidak berbaur saja ke dalam lingkaran sosial orang lain?

Ya, berbaur ke dalam lingkaran sosial orang lain memang salah satu jalan keluar untuk mengusir kesepian. Tapi, tidak semudah itu, ada beberapa orang yang tidak begitu saja mudah untuk berbaur dengan orang lain, karena setiap orang memiliki tingkat kesulitan yang berbeda untuk membaur dengan orang lain, apalagi untuk menceritakan hal-hal pribadi yang sebelumnya tidak pernah diceritakan kepada siapa pun, seolah-olah sudah kehabisan keberanian untuk membuka percakapan lebih dulu kepada orang lain.

Kesepian terkadang beriringan dengan kesedihan, dan kesedihan adalah rasa yang tidak mampu lagi ditampung oleh diri sendiri, karena kesedihan adalah perasaan mutlak yang dimiliki oleh setiap manusia, dan itu sangat manusiawi selama kesedihan berada pada koridor rasionalitas.

Ada beberapa orang yang merasa tidak pantas menceritakan kehidupannya kepada orang lain, apalagi menjadi bagian hidup orang lain, karena “we cannot feel lonely without feeling guilty for being lonely” apa pun itu, kesedihan sebaiknya dibicarakan, agar kita tidak terlalu larut dalam kesedihan itu sendiri, entah kepada orang terdekat kita, atau mencurahkannya ke dalam medium tulisan seperti di tumblr ini.

Sebagai penutup, saya teringat kutipan dari Samuel Johnson, “The natural flights of the human mind are not from pleasure to pleasure, but from hope to hope.”

So…, mulai saat ini, mampukah kita mengendalikan kesepian dan kesedihan yang kerap menghampiri diri kita?