image

Sementara, untuk hal-hal yang belum sempat kita sepakati pada malam ini, biarlah aku menyebutnya sebagai sunyi

Memorabilia Ketabahan

Di bawah cahaya purnama yang belum sempurna
segenggam ingatan membawaku kepada tugu kenangan
ketabahan telah lama terperam tepat di dada kiri
sedang sudut mataku membasah, seperti angin yang gelisah

Meski terisak pelan dalam tangis
masih jelas terngiang tentang segala harapan

Katamu; harapan bisa membuat kita bertahan dari perpisahan
entahlah, yang kutahu;
kesedihan takkan pernah hilang dengan sendirinya
meski berulang-ulang kita mengisahkannya

Tahukah kau, apakah yang membedakan pertemuan dan perpisahan?
Barangkali, keduanya sama
selalu ada yang takkan pernah bisa kembali, meski dengan pertemuan
Mungkin, karena itulah kita membutuhkan ketabahan

image

Dan beginilah aku mencintaimu

dengan saling menatap mata

tanpa kata juga suara


Dan beginilah aku mencintaimu

dengan meredam sunyi yang dingin

juga mendendam segala yang kuingin


Dan beginilah aku mencintaimu

melihat pundakmu menjauh pergi

tanpa bertanya ke mana


Dan beginilah aku mencintaimu

rela terluka sekadar melihatmu bahagia


Sebab waktu serupa nasib, tidak pernah punya hitungan pasti. Keduanya hanya mampu melupakan, atau menyembuhkan luka cinta dalam diam

Hari Paling Pahit

Anak panah cinta yang kita besarkan bersama
kini menancap di dada yang kecewa

dari luka yang bersimbah ingkar
dan duka yang terbujur kaku di sudut selasar

aku memberanikan diri untuk bertanya kepada takdir;
siapa yang bisa menjamin bahwa yang saling mencintai hari ini
kelak akan bahagia di lain hari?

Kau salah besar, jika dengan menyakitiku, kau kira aku akan membencimu?
sebab benci tidak hanya tumbuh semata dari rasa sakit, tapi pengkhianatan

__________
20 Oktober 2020
Ini hari, adalah hari paling pahit ketika aku harus menelan kenyataan hidup

image

Terkadang, kita perlu belajar lagi tentang hal-hal yang nyaris dilupakan. Misalnya tentang kesendirian yang begitu panjang.

image

Dibutuhkan langkah nyata untuk saling berbagi. Karena cinta adalah esensi, bukan sekadar sensasi.

BELAJAR HIDUP

Kemampuan dan ketidakberdayaan yang kita miliki, masing-masing mempunyai keterbatasan yang memposisikan diri kita menerimanya dengan cara rela atau terpaksa. Keduanya hanya cara pandang untuk menyikapi segala pemberian Tuhan.

Secara tidak sadar, perlahan demi perlahan, waktu telah membunuh kita dengan segala keinginan hanya demi kesenangan sesaat. Di sisi lain, mari kita cermati lebih dalam lagi tentang besarnya semua keinginan kita masih lebih kecil dibandingkan ampunan Tuhan yang paling kecil.

Apa pun diupayakan untuk sebuah kepuasan. Jalan pintas kadang digunakan. “Hidup hanya satu kali, lalu kita mau apa?” Kira-kira begitu logikanya.

Kemudian teringat dosa, dan biasanya, kita tidak merasa salah jika berada di posisi melakukan kesalahan. Kemudian bertaubat dengan cara istighfar formalitas.

Mencegah taubat formalitas hanya dibutuhkan kesadaran untuk mengakui segala kesalahan yang sudah kita perbuat. Tapi sayangnya, kesadaran untuk mengakui kesalahan itu sering tertutup oleh logika “kita tidak terlalu banyak melakukan kesalahan.” Atau lebih didominasi oleh “Tuhan, kan Maha Pengampun.” “Manusia, kan tempat salah dan dosa.” Yang mengemuka akhirnya kesadaran “bahwa yang kita lakukan sudah benar.”

Sesekali, kita perlu menasihati diri sendiri, bahwa ada konsekuensi yang benar-benar harus kita pertanggungjawabkan di hadapan Tuhan ketika kita keluar dari jalan kebenaran, atau ketika kita sedang memunggungi kebaikan.

Di akhir kata, saya jadi teringat apa yang pernah dikatakan oleh Nikita Mirzani, “Neraka adalah tempatku, juga tempatmu, tapi surga juga belum tentu jadi tempat kalian.”

gelasplastik:

Tumblr tempat aku berani mengakui kecewa dan sesak. .

Mengakui kekecewaan dan kesalahan diri bukan sebuah aib. Sebab, hanya diri kita sendiri yang mampu menyuarakan isi hati.


Lantangkan segala keresahan yang ada! Apa pun medianya.

image

Selamat berpisah, Senja. Semoga kau terbenam di ufuk bahagia.

image

Selamat berpisah, Senja. Semoga kau terbenam di ufuk bahagia.

Rintik gerimis selalu mendaur ingatan menjadi kenangan. Sedang genangnya, membaur bersama kesedihan dan ketabahan.


Latar Belakang Suara: “Sendiri-Tere (di-cover oleh: Iva Dewi)”

image

Sore tadi, telah kuterbangkan doa rindu untukmu di antara semburat senja, semoga jatuh kepadamu sebagai cinta yang sebenar-benarnya cinta.