image

Huruf demi huruf yang pernah kita gantung di langit, kini lesat terbawa riak awan, barangkali telah menjadi sajak kehilangan, yang terlalu pedih untuk dibacakan


Sedang di sini, aku masih menyisir riap-riap sepi, sambil sesekali mendulang rindu dari sekelebat bayangmu


Sambil bergumul dengan luka, aku bertanya; entahlah, adakah cara untuk melupakanmu?

  1. aneemafnan reblogged this from satukatasaturasa
  2. hulubalangmelayu reblogged this from satukatasaturasa
  3. nunubinans reblogged this from satukatasaturasa
  4. satukatasaturasa posted this
    Huruf demi huruf yang pernah kita gantung di langit, kini lesat terbawa riak awan, barangkali telah menjadi sajak...