Chloe
image
image

Kamu masih ingat dengan potret di atas itu? Ya, itu potret yang pernah kau kirimkan kepadaku beberapa waktu lalu, hari di mana aplikasi sosial mediaku dipenuhi pesan darimu.


Tapi kini, hari-hari menjelma kejanjilan-keganjilan yang taklid pada kesepian, hanya ada aku, hujan dan malam yang kian kelam. Selebihnya, hanya kenangan yang terselip di sebalik ingatan. Dan demi bisa meninabobokan kerisauan, biarlah aku belajar kepada sebongkah batu yang selalu teguh tiada mengadu, setiap dihempas badai rindu.


Seharusnya, saat ini aku tidak perlu memperjuangkan kesunyian, jika saja Kita masih berjalan bersisian, dan seharusnya, aku tak perlu mencecap pahit rindu, jika saja kita masih satu.


Demi lengkung langit tempat Semesta mengerlipkan gemintang, biarlah aku tetap mencintaimu meski hanya dalam kenang, sebab aku yakin, bahwa seluruh air mata akan kembali kepada cinta, setelah mengembara dari fana ke baka.


Percayalah, waktu tidak pernah berdetik sia-sia, walau harus kuartikan dirimu dengan debar cinta yang masih tersisa.


Senja perlahan menghilang dilekang malam, selain puisi, adakah jalan untuk menujumu, Chloe?

  1. sri-irawati-26 reblogged this from satukatasaturasa
  2. ourgrey reblogged this from satukatasaturasa
  3. satukatasaturasa posted this
    Kamu masih ingat dengan potret di atas itu? Ya, itu potret yang pernah kau kirimkan kepadaku beberapa waktu lalu, hari...